Senin, 09 Januari 2012

Refleksi Kelompok 8



METODE ANALISIS VEGETASI
Pemateri : Dias Rentika, Septy Yustian, Qorri Aulya R
Moderator: Martina Kurniarum

Beberapa materi yang akan disampaikan antara lain: analisis vegetasi ( metode destruktif, metode non destruktif, metode floristic, metode non floristic ), teknik pencuplikan ( kuadrat, garis, titik, kuarter, teknik ordinasi), mengenal macam-macam peta vegetasi, mmbuat kurva luas minimum, menghitung kerapatan, frekuensi, penutupan (coverage), dominasi dan indeks nilai penting.
Dimulai dengan pengertian Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan, biasanya terdiri dari beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu tempat. Analisis vegetasi adalah suatu studi untuk mempelajari susunan (komposisi jenis) dan bentuk (struktur) vegetasi. Berdasarkan tujuan pendugaan kuantitatif komunitas vegetasi, antara lain:
1.        Pendugaan komposisi vegetasi dalam suatu areal dengan batas-batas jenis dan membandingkan dengan areal lain atau areal yang sama namun waktu pengamatan berbeda.
2.        Menduga tentang keragaman jenis dalam suatu areal.
3.        Melakukan korelasi antara perbedaan vegetasi dengan faktor lingkungan tertentu atau beberapa faktor lingkungan.
Komponen tumbuh-tumbuhan penyusun suatu vegetasi, antara lain:
·         Paku-pakuan
·         Pemanjat (climber)
·         Palma (palm)
·         Terna (herb)
·         Epifit (epiphyte)
·         Belukar (shrub)
·         Pohon (tree)
Tingkat pohon menurut tingkat permudaannya ada tiga macam, yaitu semai (Seedling), pancang (sapling), dan tiang (poles). Parameter vegetasi yang diukur dilapangan secara langsung terdiri dari:
1.  Nama jenis.
2.  Jumlah individu setiap jenis.
3.  Penutupan tajuk.
4.  Diameter batang.
5.  Tinggi pohon.
            Metode Analisis Vegetasi ada 4 macam, antara lain:
·         Metode destruktif, untuk memahami jumlah materi organik yang dapat dihasilkan oleh suatu komunitas tumbuhan, untuk bentuk bentuk vegetasi yang sederhana, sangat membantu dalam menentukan kualitas suatu padang rumput.
·             Metode nondestruktif, dilakukan dengan 2 pendekatan yaitu penelaahan organisme hidup atau tumbuhan tidak didasarkan pada taksonominya, penelaahan organisme tumbuhan secara taksonomi.
·                 Metode non-floristica, yaitu vegetasi berdasarkan bentuk hidupnya, jadi pembagian dunia tumbuhan secara taksonomi sama sekali diabaikan, mereka membuat klasifikasi tersendiri dengan dasar-dasar tertentu.
·        Metode floristic, yaitu penelaahan dilakukan terhadap semua populasi spesies pembentuk masyarakat tumbuhan tersebut, sehingga pemahaman dari setiap jenis tumbuhan secara taksonomi adalah sangat dibutuhkan.
Metode pencuplikan ada 5 macam, yaitu:
  •    Metode kuadrat, bentuk percontoh atau sampel dapat berupa segi empat atau lingkaran yang menggambarkan luas area tertentu. Ukuran tersebut bervariasi dari 1 dm2 sampai 100 m2. Analisisnya dilakukan perhitungan terhadap variabel-variabel kerapatan, kerimbunan, dan frekuensi .
  •       Metode garis, suatu metode yang menggunakan cuplikan berupa garis. Penggunaannya pada vegetasi hutan sangat bergantung pada kompleksitas hutan tersebut. Analisisnya melalui variabel kerapatan, kerimbunan, dan frekuensi , menentukan INP.
  •       Metode titik, suatu metode analisis vegetasi dengan menggunakan cuplikan berupa titik. Tumbuhan yang dapat dianalisis hanya satu tumbuhan yang benar-benar terletak pada titik-titik yang disebar atau yang diproyeksikan mengenai titik-titik tersebut. Analisisnya dengan variabel kerapatan, dominansi, dan frekuensi , dan INP.
  •       Metode kuarter, analisa vegetasi yang mana dalam pelaksanaannya tidak menggunakan plot atau area sebagai alat bantu. Pada metode ini tumbuhan yang dianalisa bisa berupa empat tumbuhan yang paling dekat dengan titik pengamatan.
  •      Metode teknik ordinasi, Pola komunitas dianalisis dengan metode ordinasi pengambilan sampel plot dapat dilakukan dengan random, sistematik atau secara subyektif atau faktor gradien lingkungan tertentu. Untuk memperoleh informasi vegetasi secara obyektif digunakan metode ordinasi dengan menderetkan contoh-contoh (releve) berdasar koefisien ketidaksamaan.
Peta vegetasi ada 2 macam, yaitu pemetaan daerah dengan mencari jarak dan sudut dan pemetaan komunitas tumbuhan dari satu titik konstan. Membuat kurva luas minimum ada dua macam, antara lain menentukan luas minimum dan membuat kurva luas minimum. Parameter pengamatan dalam analisis vegetasi ada yang secara kualitatif dan ada juga yang secara kualitatif. Parameter kualitatif terdiri dari:
Ø                 Fisiognomi
Ø                 Fenologi
Ø                 Periodisitas
Ø                 Stratifikasi
Ø                 Kelimpahan
Ø                 Penyebaran
Ø                 Daya hidup
Ø                 Bentuk pertumbuhan
Sedangkan parameter kuantitatif terdiri dari:
v                   Densitas,
v                   Frekuensi,
v                   Penutupan,
v                   Dominansi,
v                    INP, INP = KR + FR +C

Pada sesi tanya jawab
1.       Risma Ekawati, berikan contoh dari semai, pancang, tiang, dan terna?Jawabannya semai merupakan permudaan dari kecambah anakannya kurang dari 1,5 meter, contohnya tumbuhan yang masih kecil. Pancang adalah permudaan dengan tinggi 1,5 meter diameter anakannya 10 cm, contohnya adalah ceres. Tiang merupkan pohon muda dengan diameter 10 cm sampai 20 cm, contohnya adalah mangga dan jati. Sedangkan terna merupakan tumbuhan herbal seperti sirih (Qorry).
2.      Khaniviah: Apa contoh dari dominansi? Jawabannya dominansi adalah penguasaan suatu spesies yang sering muncul(Dias) dan di tambahkan oleh Pak Husamah bahwa dominansi ada 3 macam, yaitu Ds, Dm, dan Dr, setelah itu baru mencari Dtot setelah mendapatkan Dtot yang terakhir baru mencari Drj. Dari rumus-rumus tersebut kita dapat memperoleh contoh dominansi.
3.      Hasan Ibrahim: apa maaksud dari metode destruktif untuk memahami jumlah materi organik yang dihasilkan komunitas? Jawabannya, destruktif itu artinya merusak obyek yang diteliti contohnya seperti di padang rumput. Dalam satu petak biomasanya, berat basah atau keringnya berapa, dari perbedaan itu bisa ditentukan baik tidaknya, sehingga lebih sederhana perlakuannya (Pak Husamah).           

Refleksi kelompok 6

POPULASI
Pemateri : Nur Hasanah, Risma Eka W, Yessi Hermawati
Pemateri menyampaikan materi tentang “Populasi”. Populasi merupakan kumpulan individu dari suatu jenis organisme. Contoh dari populasi seperti populasi tumbuhan pinus & populasi hewan komodo. Populasi lokal adalah unit dasar dalam proses evolusi, pertukaran gen, yang terjadi secara terus-menerus dalam waktu yang relatif lama sehingga terjadi struktur gen yang khusus untuk kelompok tersebut.
Faktor yang mempengaruhi populasi ada dua macam, yaitu faktor abiotik yang meliputi iklim, relief, sertaa kondidi tanah. Faktor yang kedua yaitu faktor biotik yang terdiri dari hewan dan manusia. Dalam penjelasan tersebut yang disampaikan oleh Yessi sangatlah jelas. Sebab penjelasannya sangat detail disertai dengan contoh-contoh yang mudah dipahami. Penjelasan yang seperti inilah yang sangat baik, dan sudah seharusnya dicontoh oleh presenter-presenter lain dalam menyajikan materi. Konsep spesies taksonomis merupakan pengelompokan organisme berdasarkan kesamaan ciri fisik tertentu. Penyebaran populasi ada dua macam, yaitu penyebaran endemik dan penyebaran kosmopolik.
  • Dimana penyebaran endemik merupakan populasi yang unik yang menempati tempat tertentu, contohnya Raflesia arnoldi. Pola penyebaran kelompok, yang hanya dapat ditemukan pada populasi hewan saja, misalnya populasi ikan.
  • Penyebaran kosmopolik merupakan populasi yang unik yang penyebarannya sangat luas, contohnya adalah burung, burung dapat ditemukan di berbagai tempat di belahan bumi manapun.
 Karakteristik dari populasi antara lain:
  • Kerapatan
  • Natalitas
  • Mortalitas
  • Distribusi
  • Pertumbuhan populasi, yang terdiri dari exponensial dan sigmoid
  • Penyebaran endemik Pola penyebaran populasi itu ada empat macam yaitu:
Setelah penyampaian materi dilajutkan dengan sesi tanya jawab.
1.     Yusron: Apa pengertian serta contoh dari endemik dan kosmopolit?
Dijawab oleh Risma bahwa: Penyebaran endemik merupakan populasi yang unik yang menempati tempat tertentu, contohnya Raflesia arnoldi. Sedangkan penyebaran kosmopolik merupakan populasi yang unik yang penyebarannya sangat luas, contohnya adalah burung, burung dapat ditemukan di berbagai tempat di belahan bumi manapun.
2.     Chiko: Jelasan yang lebih lanjut dari faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam penyebaran? Menurut Yessi faktor abiotik yang paling berpengaruh adalah iklim yang meliputi kelembaban, tanah, suhu, air, dan hujan. Sedangkan faktor biotik yang paling berpengaruh adalah manusia.
3.     Susi Susila: Apa yang dimaksud dengan vakunditas?
Pertanyaan dari susi ini dijelaskan oleh Nur hasanah, vakunditas itu berarti merupakan tingkatan dalam populasi yang dilakukan dalam suatu cara untuk menghasilkan individu baru.

Refleksi Kelompok 7

KOMUNITAS (VEGETASI)
Pemateri : Purri Rahayu dan Khaniviyah
Moderator : Dias Rentika
Komunitas secara umum adalah kumpulan populasi makhluk hidup yang saling berinteraksi dan tinggal di suatu habitat.
Ada beberapa konsep dasar dalam komunitas, yaitu:
a.       Formasi tumbuhan, merupakan hasil makroklimat dan ini dikendalikan dan ditentukan batasnya oleh iklim saja.
b.      Assosiasi, merupakan vegetasi regional, dalam formasi ini merupakan klimaks sub iklim dalam formasi umum.
c.       Ekotone, merupakan peralihan antara dua atau lebih komunitas yang berbeda.
Ada 4 macam interaksi dalam komunitas yaitu:
1.     Interaksi antar organisme, contohnya parasitisme, komensalisme, mutualisme, dan lain-lain.
2.    Interaksi antar populasi, contohnya alelopati, kompetisi, dan lain-lain.
3.    Interaksi antar komunitas, contohnya komunitas sungai dan komunitas sawah.
4.    Interaksi antar komponen biotik dan abiotok., contohnya tumbuhan yang membutuhkan cahaya matahari dalam proses fotosintetik untuk mempertahankan hidupnya.
Karakteristik komunitas dalam tumbuhan antara lain, parameter komunitas yang bersifat kuantitatif, seperti kekayaan spesies, keaneragaman spesies, dan kelimpahan. Parameter yang bersifat kualitatif, seperti tingkatan trofik, bentuk, dan karakter hidup. Keanekaragaman ada tiga macam, yaitu kelimpahan relatif, struktur trofik, dan bentuk dan karakter hidup.
Struktur komunitas adalah suatu deskripsi atau pertelaan tentang masyarakat tumbuhan yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi lingkungan dan distribusi nutrien di habitatnya. Komposisi vegetasi adalah daftar jenis-jenis tumbuhan yang ada dalam suatu komunitas di suatu daerah. Dua pandangan komposisi komunitas yang berlawanan, yaitu pandangan individualisme dan pandangan organisme. Parameter vegetasi yang umum diukur yaitu dengan :
1. Densitas (kerapatan),
2. Dominansi,
3. Frekuensi (kekerapan),
4. Indeks Nilai Penting (INP).

Secara keseluruhan, penyampaian materi yang dilakukan oleh Purri dan Khaniviyah sangatlah menarik untuk diperhatikan. Hanya saja, dalam menyampaiakan materi mereka seperti kurang memahami apa yang mereka sampaikan. Mereka hanya membaca materi yang ada di power point atau di makalah, tanpa ada penjelasan lain yang lebih rinci. Semoga untuk pemateri berikutnya yang akan presentasi lebih baik dari yang sekarang.

Selanjutnya dibuka sesi tanya jawab.
Ø  Penanya pertama adalah Alib Suryaningsih, bertanya tentang pandangan komposisi komunitas yang berlawanan yang terdiri dari pandangan organisme dan pandangan individualisme, dan perbedaan di antara keduanya? Pertanyaan tersebut dijawab oleh Purri bahwa komunitas itu adalah kelompok super, yang mampu tumbuhan dan melakukan reproduksi secara fungsional. Sedangkan pandangan individualisme hanya menekankan pada satu individu saja. Khaniviyah menambahkan jawaban dari purri, kalau pandangan organisme menekankan pada komunitas, sedangkan pada pandangan individualisme lebih menekankan pada spesiesnya saja.
Ø    Pertanyaan kedua dari Layli Hijri, Apa yang mendasari sehingga adanya 2 pandangan komposisi komunitas yang saling berlawanan teersebut? Menurut Khaniviyah, hal tersebut dapat terjadi karena banyaknya tanggapan setiap spesies terhadap kondisi fisika, kimia, maupun biotik.

Sabtu, 07 Januari 2012

Tentang Lingkungan Abiotik dan Biotik

Refleksi Kelompok 5
Pemateri, Suhartatik, Dani Resta N, Ayu Puspita S.
            Pertanyaan
1.        Jenis tanah mana yang paling baik di antara jenis-jenis tanah yang tadi Anda jelaskan?
2.       Apa yang mempengaruhi tanah dan kandungan dari tanah?
3.      Pupuk NPK dan terhadap tanah, apa yang mempengaruhi hal tersebut?
4.       Apa pengaruh ketinggian tempat atau unsur topografi dan berikan contohnya?
5.       Apa hubungan antara kemiringan tanah dengan tumbuhan?

Jawaban
1.          Dari semua jenis tanah tadi, kesemuanya baik apabila ditanami. Tetapi akan lebih baiklagi bila suatu tanaman ditanam di tanah yang cocok untuk tanaman tersebut. Contohnya pohon bakau akan sangat cocok bila ditanam ditanah gambut, dan tidak cocok bila ditanam di tanah berpasir, karena tanah berpasir itu cocok bila ditanami kaktus.
2.         Kandungan di dalam tanah teerpengaruhi oleh aktivitas di dalam tanah sendiri, bila tanah itu terlalu sering ditanami tanpa diimpangi dengan proses penyuburan tanah akan cepat mengalami kerusakan.
3.        Pupuk NPK baik dipergunakan untuk menambah kandungan unsur hara dalam tanah, tetapi bila itu dilakukan secara berlebihan maka akan menimbulkan kerusakan dalam tanah, untuk itu gunakan pupuk sesuai kadar jangan terlalu berlebihan.
4.         Ketinggian suatu tempatdapat mempengaruhi suhu dan kondisi tanah,daerah yang dataran tinggi biasanya udaranya cenderung dingin dan dataran rendah cenderung bersuhu panas, apalagi bila kemiringan dan topografi juga sangat berpengaruh, kemiringan akan mempermudah mengalirnya tanah dari atas ke bawah, dimana air tersebut membawa sebagian unsur hara dari dalam tanah keluar bersama aliran air.
5.         Kemiringan tanah sangat baik bagi pertumbuhan tanaman karena dapat meningkatkan infiltrasi air dan mengurangi erosi tanah. Kemiringan tanah menentukan potensi erosi tanah dan kebutuhan konservasi tanah.