Sabtu, 07 Januari 2012

Tentang Lingkungan Abiotik dan Biotik

Refleksi kelompok 5 “Tentang Lingkungan Abiotik dan Biotik”
Pemateri, Suhartatik, Dani Resta N, Ayu Puspita S.
                Pertanyaan
1.     1.   Jenis tanah mana yang paling baik di antara jenis-jenis tanah yang tadi Anda jelaskan?
2.     2.  Apa yang mempengaruhi tanah dan kandungan dari tanah?
3.     3.  Apa pengaruh pupuk NPK terhadap tanah, apa yang mempengaruhi hal tersebut?
4.     4.  Apa pengaruh ketinggian tempat atau unsur topografi dan berikan contohnya?
5.     5.  Apa hubungan antara kemiringan tanah dengan tumbuhan?

               Jawaban
1.         Dari semua jenis tanah tadi, kesemuanya baik apabila ditanami. Tetapi akan lebih baiklagi bila suatu tanaman ditanam di tanah yang cocok untuk tanaman tersebut. Contohnya pohon bakau akan sangat cocok bila ditanam ditanah gambut, dan tidak cocok bila ditanam di tanah berpasir, karena tanah berpasir itu cocok bila ditanami kaktus.
2.         Kandungan di dalam tanah teerpengaruhi oleh aktivitas di dalam tanah sendiri, bila tanah itu terlalu sering ditanami tanpa diimpangi dengan proses penyuburan tanah akan cepat mengalami kerusakan.
1.         Pupuk NPK baik dipergunakan untuk menambah kandungan unsur hara dalam tanah, tetapi bila itu dilakukan secara berlebihan maka akan menimbulkan kerusakan dalam tanah, untuk itu gunakan pupuk sesuai kadar jangan terlalu berlebihan.
4.         Ketinggian suatu tempatdapat mempengaruhi suhu dan kondisi tanah,daerah yang dataran tinggi biasanya udaranya cenderung dingin dan dataran rendah cenderung bersuhu panas, apalagi bila kemiringan dan topografi juga sangat berpengaruh, kemiringan akan mempermudah mengalirnya tanah dari atas ke bawah, dimana air tersebut membawa sebagian unsur hara dari dalam tanah keluar bersama aliran air.

Kamis, 05 Januari 2012

Refleksi Kelompok 3


Refresh kelompok 3
Pengaruh Cahaya Matahari dan Suhu Tanaman
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ekosistem, dan salah satunya adalah faktor abiotik, faktor abiotik ini adalah faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan faktor kimia.
Faktor fisik diantaranya adalah suhu, cahaya matahari, air, api, tanah, ketinggian, angin, dan garis lintang. Sedangkan faktor kimia antara lain sifat fisik tanah mulai dari tekstur, struktur, kepadatan tanah, porositas, konsistensi, warna, air tanah, temperatur, aerasi, permeabilitas, infiltrasi dll.
Di sini kita akan membahas tentang cahaya dan kondisi tanah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Cahaya merupakan salah satu aspek yang penting dalam kelangsungan hidup tanaman, aspek penting di dalam faktor cahaya antara lain adalah intensitas cahaya/komposisi panjang gelombang dan intensitas cahaya/kandungan energi dalam cahaya.
Cahaya berperan dalam fotoperiodisme yaitu lama penyinaran relative antara siang dan malam dalam waktu 24 jam yang akan mempengaruhi fisiologis dari tumbuhan. Fotoperiodisme adalah respon dari suatu organisme terhadap lamanya penyinaran sinar matahari. Contoh dari fotoperiodisme adalah pembungaan, jatuhnya daun dan dormasi.
Berdasarkan lama penyinaran fotoperiodisme dibagi menjadi 3 golongan yaitu :
1.        Tanaman Berhari Pendek
2.      Tanaman Berhari Netral
3.       Tanaman Berhari Panjang

Selain cahaya matahri, kondisi dan keadaan tanah juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Warna tanah yang terang akan lebih banyak menyerap cahaya dari pada tanah yang berwarna gelap. Warna tanah tersebut dapat mempengarui pertumbuhan. Biasanya tanah yang berwarna gelap lebih banyak mengandung humus dan zat hara sehingga lebih efektif untuk pertumbuhan tanaman tersebut. Teetapi semua itu tergantung pada jenis tanamannya. (pertanyaan dan jawaban dari Yuliusdan Fatih).

Termoperiodisme merupakan respon dari tanaman terhadap suhu. Zona tumbuhan berdasarkan suhu terbagi atas:
1.     Zona Panas (26°C - 23°C).
2.    Zona Sedang (22°C – 17,1°C).
3.    Zona Sejuk (17,1°C - 11,1°C).
4.    Zona dingin (11,1°C – 6,2°C).

Pohon apel biasanya banyak tumbuh di daerah Zona sejuk, tapi bila pohon apel tersebbut ditanam di daerah Zona Panas maka kecil kemungkinan untuk tumbuh dan menghasilkan buah. Sejatinya suhu yang dibutuhkan pohon apel untuk tumbuh subur adalah 17,1°C -11,1°C (Zona Sejuk). Meskipun dapat tumbuh pada Zona Panas maka buah yang dihasilkan akan mengalami perbedaan morfologinya, bisa saja buah yang di tanam di Zona Sejuk yang merupakan Zona yang cocok bagi tanaman apel akan menghasilkan buah yang ukurannya lebih besar dibandingkan di tanam di Zona Panas yang akan menghasilkan buah yang ukurannya lebih kecih dan kualitas rasa buah apel akan menurun juga. (pertanyaan dan jawaban dari Yessi dan Chico).
Banyak cara yang dilakukan tanaman untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Misalnya pada musim panas banyak tanaman yang akan menggugurkan daunnya hal itu dilakukan untuk mengurangi penguapan. Karena kadar air dalam tanaman tersebut hanya sedikit dan untuk itulah tanaman tersebut meranggas. Dan biasanya perilaku tersebut dilakukan oleh pohon jati. (pertanyaan dan jawaban dari Danang dan Ulfa). 

Rabu, 30 November 2011

Hasil Diskusi Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan 24 November 2011


Dari hasil diskusi kelompok 1 membahas tentang Pengertian Dasar Ekologi Tumbuhan. Sebelum kita jauh membahas tentang apa itu ekologi tumbuhan, akan saya jelaskan dulu asal kata ekologi tumbuhan.
Ekologi berasal dari kata oikos yang artinya habitat dan logos yang artinya ilmu. Jadi ekologi tumbuhan adalah interaksi tumbuhan dengan lingkungan. Ernest Haeckle: penemu ekologi pertama. Eugene P.odum..
            Ekologi terbagi menjadi 2 yaitu sinekologi yaitu kelompok organisme yang saling berinteraksi dengan lingkungan. Dan yang kedua adalah autekologi yaitu suatu spesies yang berinteraksi dengan lingkungan.
            3 aspek pokok ekologi tumbuhan:
·      Agronomi adalah ilmu cara untuk mengelola tanaman dan lingkungan.
·      Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari metabolisme yang terjadi di tanaman.
·      Klimatologi adalah ilmu

Manfaat dan aspek dalam bidang pertanian:
Untuk mengontrol gulma, meningkatkan hasil panen. Dalam perairan digunakan untuk budidaya perairan, kelautan, manfaatkan hasil alam. Aspek kehutanan dalam mempertahankan ekosistem hutan yang stabil, mempertahankan keanekaragaman, memanfaatkan hasil hutan. dari sinilah muncul beberapa pertanyaan, diantaranya:
1.        Martina : bagaimana hutan diperoleh dengan proses berkelanjutan?
2.        Hani : mengontrol gulma, cara dan prosesnya?
3.        Ulfa : apa maksud deskripsi? Experimental dengan filosofis?

Untuk mempertahankan hutan yaitu dengan cara zona inti dan hutan lindung yang tidak dijamah oleh manusia, sedangkan hutan lindung dikelilingi oleh hutan produksi. Dimana hutan produksi digunakan dan dimanfaatkan masyarakat setempat untuk menunjang kebutuhan masyarakat sekkitar. Bentuk hutan produksi dapat berupa perkebunan dan lain-lain.
Cara mengontrol gulma adalah dengan menggunakan pestisida hayati yang ramah lingkungan. Dan tidak merugikan lingkungan, tidak memberikan dampak bagi masyarakat yang mengkonsumsi hasil pertanian yang menggunakan pestisida hayati. dan untuk pertanyaan saudari Ulfa belum begitu mendapatkan jawaban yang sesuai.

Dan untuk hasil rangkuman diskusi dari kelompok 2 sebagai berikut. Kelompok 2 membahas tentang 
  Tumbuhan Dalam Lingkungan
Lingkungan merupan tempat dimana makhluk hidup tinggal, menyesuaikan diri dan saling berinteraksi dengan membentuk suatu kehidupan bersama.
Lingkungan terbagi menjadi 2 yaitu lingkungan makro dan lingkungan mikro. Lingkungan makro adalah suatu lingkungan yang berpengaruh secara umum atau regional. Sedangkan lingkungan mikro adalah lingkungan yang paling dekat denagn tamanan yang secara potensial berpengaruh terhadap organ tersebut.
Faktor pembatas adalah sesuatu yang dapat menurunkan tingkat jumlah dan perkembangan ekosistem. Hukum mengenai faktor pembatas: hukum toleransi shelford dan toleransi Leibig.
Macam-macam faktor pembatas temperatur (suhu dapat mempengaruhi tumbuhan semisal evepotranspirasi). Intensitas cahaya (misalnya tanaman berhari panjang, yang lebih butuh lama penyinaran sinar matahari dibandingkan dengan tanaman yang termasuk tanaman berhari pendek). Air (lamanya penyinaran dan kelembapan. Semakin kecil kelembapan menjadikan kecepatan evpotranspirasi menjadi sangat cepat). Garam-garam biogenik, arus dan tekanan (setiap tempat mempunyai arus dan tekanan yang berbeda-beda), tanah(merupakan komponen utama bagi tumbuhan) dan api(fungsinya hampir sama dengan cahaya matahari yang mempengaruhi sistem fotoperiodism dan fotosintesis ).
Lingkungan biotik adalah Lingkungan yang terdiri komponen-komponen yang berasal dari mahkluk hidup. Sedangakan lingkungan abiotik adalah Lingkungan yang terdiri dari komponen-komponen benda tak hidup yang menunjang kehidupan.
Relung Ekologi (Niche) Habitat yang lebih luas ruang lingkupnya. Tidak hanya peranannya dalam ekosistem, tetapi juga tingkatan trofiknya dalam ekosistem.
Strategi tumbuhan terhadap stress:  strategi biotik : strategi tumbuhan terhadap herbivora.Strategi abiotik dibagi menjadi 2 yaitu: strategi tambahan terhadap tumbuhan kelebihan air akan kekurangan O2 dan dapat mengganggu pertumbuhan. Dan yang satu adalah strategi tumbuhan kekurangan air yaitu dengan cara menggugurkan daunnya.
Adaptasi makhluk hidup. Adaptasi morfologi adalah adaptasi penyesuaian bentuk tubuh terhadap lingkungannya. Fisiologi mempengaruhi fungsi dari tanaman. Tingkah laku.
Adaptasi dapat membuat tumbuhan mempunyai kemampuan berkembang suatu populasi sehingga saat ini merupakan hasil proses adaptasi yang panjang.
Makhluk yang diamati penampakannya untuk dipakai sebagai petunjuk tentang keadaan kondisi lingkungan dan sumber daya pada habitatnya. Contohnya untuk mengetahui  adanya zat pencemaran logam berat Pb pada suatu perairan, maka digunakan abnormalitas perkembangan  embrio landak laut dari jenis Temnopleurus sp sebagai indikator.
Nah itulah hasil diskusi kami pada hari kamis tanggal 24 November kemarin, semoga informasi ini dapat memberikan informasi tambahan tentang ekologi tumbuhan yhaaaaa.... sampai ketemu dalam rangkuman minggu depan.....^_^...